Pilih Laman

Mungkin ada yang tersindir dengan judul ini. Kegalauan dianggap cukup lumrah di zaman sekarang. Sedikit-sedikit galau, sedikit-sedikit sedih, sedikit-sedikit ingin mati. Itulah para remaja zaman sekarang. Bisa dibilang sangat rawan dan cukup memprihatikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk mengetahui penyebab remaja galau ini. Dengan begitu, kamu bisa mengatasi dan menghindari penyebabnya satu per satu. Lantas, apa saja penyebab remaja galau? Mari segera kita bahas.

  1. Putus Cinta

Ini adalah penyebab nomor satu yang paling sering dialami para remaja. Putus cinta identik dengan rasa sakit, gelisah, dan perasaan negatif lainnya. Oleh karena itu, wajar saja kalau putus cinta akan menjadi salah satu alasan remaja galau tingkat dewa.

Remaja yang baru saja putus cinta biasanya akan malas melakukan aktivitas apapun, bahkan untuk makan sekalipun. Hidupnya akan terasa kacau karena masalah yang sebenarnya dibesar-besarkan ini.

Oleh karena itu, hindarilah rasa cinta yang berlebihan sehingga ketika putus akan menjadi galau yang berkepanjangan. Selain itu, penting bagi kamu untuk memiliki sikap bijak dan rasional dalam percintaan. Kamu harus membenarkan mindsetmu tentang pacaran.

Jangan terlalu berlebihan ketika pacaran. Dia belum tentu jodoh kamu. Apalagi kamu masih SMP atau SMA. Masih sangat jauh untuk ke tahap pernikahan. Jadi, jangan sampai kamu memberikan segalanya untuk pacarmu. Termasuk merelakan waktu, perhatian, dan membiarkan urusan sekolahmu terbengkalai.

  1. Jurusan dan Universitas

Biasanya penyebab galau ini dialami oleh remaja yang sudah menginjak masa SMA. Mereka galau dalam menentukan jurusan dan universitas yang akan mereka pilih. Ini termasuk kegalauan yang bersifat positif dan cukup wajar dialami para remaja.

Lagipula, kalau remaja tidak galau mengenai universitas, itu berarti dia tidak memikirkan dan mempertimbangkannya dengan seksama . Tapi, bisa jadi karena dia sudah mantap dengan pilihannya sejak lama.

Tapi, terlalu sering galau mengenai jurusan dan universitas juga tidak terlalu baik. Kamu harus cepat menentukan pilihan mana yang terbaik untuk hidupmu.

Kamu bisa mempraktikkan cara saya di artikel cara menentukan tujuan hidup. Dengan punya tujuan hidup yang jelas, kamu akan lebih mudah untuk memilih jurusan dan universitas yang cocok.

  1. Dijauhi Sahabat

Sahabat adalah pilar penting dalam hidup kamu. Sahabat adalah orang yang membuat kamu selalu kuat dan ceria dalam setiap keadaan. Jika kamu tiba-tiba memiliki masalah dengan sahabatmu dan itu karena kesalahanmu sendiri, segeralah meminta maaf.

Tapi kalau kamu sama sekali tidak tahu apa yang menyebabkan dia menjauhimu, cobalah tanyakan padanya. Kamu perlu penjelasan atas sikapnya yang berubah. Kalau akhirnya dia mengungkapkan alasannya dan itu kesalahan kamu, meminta maaflah.

Tapi, kalau sahabatmu tidak bisa memberikan alasan yang jelas dan masuk akal kenapa dia menjauhimu, mungkin ada yang salah.  Kalau sahabatmu malah membuat kamu selalu sedih dan galau, mungkin kamu salah sebut, mungkin dia bukan sahabat kamu.

Tapi, asumsi seperti ini hanya pada hal tertentu saja. Mungkin ini juga kamu yang salah, kenapa?

Terkadang, perasaan yang terlalu sayang bisa mengarahkan seseorang ke perasaan galau.

Dia akan galau kalau sahabatanya tidak balik memperhatikannya, dia akan galau kalau sahabatnya punya sahabat lain, dia akan galau kalau sahabatnya jauh dan jarang menghubunginya.

Itu dirasakan oleh sebagian orang. Karena apa? Karena dia benar-benar menyayanginya.

Apakah itu salah? Salah. Perasaan sayang itu memang tidak salah. Tapi cara menggunakannya yang salah. Sayang itu boleh.

Tapi kalau kasih sayang itu tidak terbalaskan dengan hal dan perhatian yang sama, tidak seharusnya kamu berkecil hati. Begitu juga dengan kasus percintaan. Gunakanlah cinta dengan semestinya.

Baca juga: Cara Membina Hubungan Baik dengan Sahabat

  1. Jomblo

Kejombloan seringkali dianggap sebagai masalah oleh sebagian remaja. Sepertinya, kalau jomblo itu sangat mengenaskan karena tidak ada yang memperhatikan atau tidak ada yang diperhatikan.

Tapi sadarkah kamu, jomblo bukanlah suatu masalah. Tapi anehnya jomblo mejadi penyebab remaja galau yang paling sering ditemui.

Itu semua karena mindset remaja yang menganggap kalau tidak pacaran itu tidak keren. Padahal sebenarnya pacaran sendiri lebih banyak membawa keburukan daripada kebaikan.

Bukan berarti saya tidak setuju dengan pacaran. Tapi, menurut saya, paradigma yang menganggap jomblo itu adalah masalah adalah hal yang keliru.

Kalau kamu enjoy saja dengan kejombloan dan menganggap tidak semua orang yang sedang pacaran hidupnya bahagia, kamu akan terhindar dari rasa galau karena jomblo.

Nikmati saja masa-masanya. Kelak, akan ada saatnya kamu jatuh cinta pada seseorang. Jadi, jangan memaksakan diri untuk punya pacar karena hanya ingin coba-coba atau main-main.

  1. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

 

Seperti yang sudah kita bahas di atas tadi, terkadang perasan sayang akan membuat kamu galau. Itu karena mindset kamu yang salah dalam menyikapi perasaan sayang. Kalau kamu bisa menggunakan rasa sayang dengan baik, maka kegalauan tidak akan muncul.

Cinta yang bertepuk sebelah tangan memang cukup menyakitkan untuk kamu. Bagaimana tidak, ada perasaan sakit yang disebabkan oleh perasaan yang tidak terbalaskan. Hal yang bisa kamu lakukan adalah mengubah titik konsentrasi dan perasaanmu alias move on.

Baca juga: cara mengatasi rasa minder

Carilah hal lain yang akan menyita konsentrasi dan perasaanmu sehingga bisa melupakan orang itu. Meski terdengar sulit, tapi kamu harus tetap melakukannya karena cara move on ini tidak akan berhasil kalau kamu tidak pernah mau melakukan berbagai aktivitas yang bisa membuat kamu lupa tentang dia.

  1. Diselingkuhi Pacar

Penyebab remaja galau yang satu ini seringkali dianggap wajar oleh sebagian orang. Sebenarnya memang wajar, tapi cukup berlebihan. Kenapa? Untuk apa kamu meresahkan seseorang yang sudah menghianati kamu.

Guys, kalau dia sayang kamu, dia tidak mungkin akan menyakiti kamu. Kalau dia menyakiti kamu, berarti dia bukanlah orang yang tepat untuk mendapatkan cinta kamu. Jadi, jangan sampai kamu terjebak dari rasa galau yang sama sekali tidak ada gunanya.

Tidak ada gunanya kamu menghabiskan airmata, waktu, dan perhatian untuk orang yang sudah menghianatimu. Bangkitlah dan anggap itu sebagai petujuk dari Tuhan kalau dia bukanlah orang yang tepat untuk mendapatkan perhatian dari kamu.

  1. Ga Punya Uang

Ternyata urusan keuangan juga bisa menjadi penyebab remaja galau. Bagiamana tidak, kamu tidak bisa membeli sesuatu yang sangat kamu idam-idamkan, tapi kamu tidak bisa.

Begitu juga dengan urusan gaya-gayaan, kamu ingin hang out bersama temanmu, tapi kamu tidak punya uang. Ini akan membuat kamu begitu galau.

Saran saya, cobalah untuk memulai bisnis sejak remaja. Kenapa? Agar kamu punya penghasilan sendiri dan terhindar dari rasa galau. Lagipula, konsentrasimu akan berpindah, dari yang hobi jalan, jadi hobi jualan.

Tapi, cara seperti ini hanya tepat dilakukan oleh remaja yang tidak punya kegengsian dalam hidupnya. Kenapa?

Remaja yang lebih suka bergaya dan sok keren tidak akan sudi untuk mencari uang sendiri. Dia hanya bisa menuntut ini itu dari orang tuanya. Jadi, kamu remaja yang mana?

  1. Pelajaran di Sekolah

Pelajaran di sekolah akan membuat remaja sangat galau dan bimbang. Apalagi dalam menghadapi pelajarannya yang tak kunjung paham. Tapi, hanya sedikit remaja yang menggalaukan ini.

Bahkan, mungkin hanya remaja yang punya tujuan hidup yang jelas dan mimpi besar yang menggalaukan ini.

Sebagian remaja lebih memilih acuh mengenai pelajaran di sekolah. Karena apa? Karena mereka tidak berkonsentrasi dengan pelajaran di sekolah.

Mereka lebih sering memberikan keonsentrasi mereka pada urusan cinta dan uang. Jadi, wajar saja kalau mereka tidak pernah memusingkan hal ini.

  1. Ulangan

Bagi remaja yang  memiliki impian besar selama hidupnya, dia akan menganggap kalau nilai ulangan itu sangat penting. Hal ini akan membuatnya galau dan suntuk dalam belajar untuk persiapan ulangan.

Daripada banyak galau, lebih baik kamu langsung saja belajar, hilangkan semua pengacau konsentrasi di dalam pikiranmu. Fokuslah pada pelajaran sebagai baha ulangan. Jika ada yang tidak kamu mengerti, tanyakan pada guru atau orang tuamu.

  1. PR

Sebenarnya ini dialami oleh para remaja yang mungkin memang sangat rajin atau punya prestasi gemilang di sekolahnya. Ini tidaklah salah dan malah bagus. Tapi, untuk apa menggalaukan PR. Lebih baik mengerjakannya dan bertanya kalau ada yang tidak jelas.

  1. Broken Home

Penyebab remaja galau yang satu ini cukup sering dialami oleh beberapa anak. Mereka menjadi lebih banyak galau dan gelisah karena mengkhawatirkan keutuhuhan keluarganya. Bagaimana tidak, keluarga yang harmonis akan segera lenyap dari hadapannya.

Baca juga: cara menjaga nama baik keluarga

Ini bukanlah keadaan yang dia inginkan tapi dia harus menghadapinya. Oleh karena itu, banyak sekali remaja yang menjadi korban broken home melampiaskan kegundahannya pada hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Dikekang Orang Tua

Disadari atau tidak, orang tua yang terlalu mengekang bisa menjadi salah satu penyebab remaja galau. Entah itu dikekang untuk pacaran, dikekang untuk hang out, atau dikekang untuk kuliah di luar kota. Bagaimana tidak, remaja akan resah karena keinginannya yang tidak disetujui.

Padahal kadang kala keinginan itu baik, misalnya dikekang untuk ikut klub sepak bola. Harusnya orang tua lebih demokratis terhadap anaknya.

Jangan asal mengekang tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya. Sebaiknya orang tua mendengarkan anaknya juga karena ada banyak sekali dampak negatif galau.

  1. Homesick

Jauh dari orang tua ternyata bisa menjadi penyebab remaja galau juga. Dia harus menyelesaikan banyak masalah senidrian.

Dia juga harus mengalami banyak hal sendirian, yang terkadang tidak semua hal bisa diungkapkan pada orang tua.

Untuk kamu yang merantau dan jauh dari orang tua. Cobalah lakukan banyak aktivitas yang akan membuat kamu lupa dan tidak terlalu memikirkan rumah. Itu akan membuat kamu jadi lebih baik. Kamu hanya belum terbiasa untuk berjauhan dari rumah.

  1. Diabaikan

Perasaan terabaikan akan membuat seseorang menjadi rendah diri dan berujung pada kegalauan. Pengabaian bisa disebabkan oleh dua hal, bisa karena orang yang mengabaikan kamu, bisa juga karena kamu sendiri yang memang pantas untuk diabaikan.

Cara yang efektif untuk kamu lakukan untuk mengatasinya adalah dengan intropeksi diri kamu sendiri. Coba kamu tanyakan, kira-kira kenapa kamu diabaikan. Jangan-jangan itu hanya masalah sepele yang terlalu kamu besar-besarkan.

Baca juga: Cara Membina Hubungan Baik dengan Teman Sebaya

Selain itu, kamu juga bisa meminta bantuan temanmu untuk bertanya kenapa kamu merasa terabaikan. Apakah sikap kamu selama ini kurang menyenangkan bagi orang lain, mungkin juga sifatmu yang terlalu egois. Dengan menanyakan kepada teman, kamu bisa mengatasi kegalauan tersebut.

  1. Gadget

Tanpa kamu sadari, gadget adalah pencuri waktu yang paling merugikan bagi kamu. Dari gadget, kamu bisa melihat berbagai sosial media, sms, telepon, dan hal lainnya. Memang tidak semua hal yang ada di gadget itu merugikan, semua tergantung dengan individu masing-masing.

Kenapa gadget menjadi sumber kegalauan? Misalnya begini, kamu melihat betapa enaknya kehidupan orang-rang kaya di instagram atau youtube. Seketika kamu iri dan galau, kenapa kamu tidak dilahirkan kaya seperti mereka.

Mungkin kamu juga melihat foto mantanmu dengan pacar barunya, seketika kamu langsung galau. Kalau kamu menganggap gadget adalah sumber kegalauan, berarti kamu bukanlah individu yang bijak dalam menggunakan gadget.

  1. Rindu

Untuk kamu yang sedang menjalani LDR, mungkin inilah yang menyebabkan kegalauan tingkat dewa. Memang tidak salah jika galau karena ini. Saya rasa itu wajar. Tapi, alangkah lebih baiknya kalau rasa rindu itu kamu bunuh.

Bagaimana  cara membunuh rasa rindu? Bisa dengan banyak hal. Kamu hubungi saja pasangan kamu, ajaklah mengobrol atau video call meskipun hanya sebentar. Dengan begitu, rasa rindu tersebut akan terbunuh secara perlahan.

Baca juga: Cara Membina Hubungan Saling Percaya

Kamu juga bisa membunuh rasa rindu dengan mengalihkan konsentrasimu ke hal yang lain, misalnya ke kuliah atau bisnis yang sedang kamu jalani. Daripada kamu duduk bengong sambil galau, mending kamu menyibukkan diri untuk hal yang bermanfaat hingga tidak terasa waktu bertemu akan tiba.

  1. Gebetan Ga Peka

Cinta terkadang membuat remaja bertingkah tidak rasional, salah satunya adalah galau yang berlebihan. Ayolah, guys, kamu masih sangat mudah.

Masih banyak hal yang bisa kamu capai selain menggalaukan seseorang yang entah apa akan menjadi jodohmu atau tidak.

Jangan sampai kamu menyalahgunakan perasaan cintamu atau bahkan melebih-lebihkannya. Gunakanlah rasa itu dengan semestinya. Jangan habiskan banyak waktu dan tenaga hanya untuk menggalaukan gebetan.

Perbaiki saja kualitas hidupmu. Perbaiki penampilan, perbaiki prestasi, perbaiki sifat dan sikap, dan perbaiki karir. Kelak, di saat kamu tidak menginginkannya, mungkin saja dia malah mengejarmu.

  1. Memendam Keinginan

Keinginan yang terpendam seringkali membuat remaja galau tingkat dewa. Entah itu keinginan untuk membeli sesuatu, keinginan untuk hang out bersama teman, atau bahkan keinginan untuk kencan bersama pacar.

Jangan terlalu dipusingkan, jangan dibuat galau. Tapi, cari cara yang tepat dan aman untuk mewujudkan keinginanmu tersebut.

Baca juga: Cara Menjadi Anak yang Berbakti

  1. Musik Galau

Musik identik dengan hiburan. Tapi, faktanya terkadang tidak semua musik yang menghibur. Sebagian musik malah menciptakan kegalaun setelah mendengarkannya. Hal itu karena kamu terbawa suasana musik tersebut.

Jadi, jangan sampai kamu menyalahgunakan fungsi dari musik. Seharusnya, musik bisa membuat kamu terhibur dan semangat, bukan malah tambah loyo dan galau yang berkepanjangan.

  1. Iri dengan Kesenangan Teman

Iri adalah perasaan yang kamu ciptakan sendiri. Kalau kamu bisa memandang kesenangan teman menjadi kesenangan untuk kamu juga, maka tidak mungkin iri itu muncul.

Kamu harus tahu kalau teman yang memuat kamu iri itu tidak sepenuhnya hidupnya enak. Mungkin saja ada kepahitan yang tidak kamu ketahui. Jadi, jadilah diri sendiri dan syukuri saja apa yang kamu miliki.

  1. Mantan Punya Pacar Baru

Mantan yang baru saja jadian seringkali membuat luka tersendiri bagi kamu. Mungkin itu karena kamu masih menyimpan rasa cinta padanya. Tidak masalah, tapi jangan sampai kamu jadi galau yang berlebihan karena ini.

Guys, kalau sudah menjadi mantan, dia pasti aka nada yang baru. Jangan terlalu dipusingkan, mungkin dia memang bukan jodoh kamu.

Kalaupun dia memang jodoh kamu, bagaimanapun caranya, kamu pasti akan tetap menikah dengan dia. Jadi, tidak usah khawatir.

Baca juga:  Cara Membina Hubungan Baik dengan Mantan

  1. Film Baper

Bukannya terhibur dan makin semangat, kamu malah jadi galau karena menonton film romantis yang sungguh membuat baper. Itu berarti tidak ada gunanya kamu menonton film. Seharusnya kamu lebih semangat, bukan malah tambah galau.

  1. Kesepian

Kesepian adalah kegalauan yang sungguh membunuh hati dan perasaan. Bagaimana tidak, kita mengingkan seseorang untuk berbagi dan bercanda, tapi tidak bisa.

Tapi tunggu dulu, sebenarnya, kesepian itu hanyalah ilusi, kamu yang menciptakannya sendiri. Cobalah untuk berbaur dengan pergaulan yang baru atau hubungi keluargamu jika memang mereka jauh. Dengan begitu, kamu akan jadi lebih terhibur dan tidak merasa sendiri lagi.

Oke, guys, itulah 23 penyebab remaja galau yang sudah kita bahas satu per satu. Saya harap, setelah ini kamu bisa lebih waspada pada beberapa hal yang menyebabkan kamu galau, ya.

Kesimpulan dari Penyebab Remaja Galau:

23 penyebab remaja galau adalah putus cinta, universitas impian, dijauhi sahabat, jomblo, cinta bertepuk sebelah tangan, diselingkuhi pacar, ga punya uang, pelajaran di sekolah, ulangan, PR, broken home, dikekang orang tua, gadget, diabaikan, rindu, gebetan ga peka, memendam keinginan, musik galau, iri dengan kesenangan teman, film baper, mantan punya pacar baru, dan kesepian.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: