Pilih Laman

Sebagai remaja, kita sangat membutuhkan pendidikan finansial dalam berbisnis. Setelah mengetahui bagaimana cara memulai bisnis sejak remaja, mungkin kamu sudah memulai bisnis itu. Nah, bisnis apapun yang ingin kamu jalani, pasti membuthkan strategi, salah satunya adalah pengolahan keuangan yang baik. Kamu harus bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran bisnis kamu dengan baik. Untuk apa? Agar kamu bisa lebih mudah mengawasi bisnismu.

Misalnya, kalau kamu tahu berapa keuntungan yang kamu dapatkan bulan ini, kamu jadi bisa mempertimbangkan untuk apa saja keuntungan itu. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menabung uang itu untuk masa depan kamu.

Nah, bagaimana cara mengatur pemasukan dan pengeluaran bisnis kamu? Ayo kita bahas satu per satu.

  1. Memisahkan dengan Uang Pribadi

Saya sarankan untuk memiliki dua rekening yang berbeda. Satu untuk keperluan pribadi kamu, satu untuk urusan bisnis. Dengan begitu, kamu bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran bisnis kamu jadi tidak kacau dengan urusan pribadi.

Hal ini juga bisa menghindarkan kamu dari hedonisme. Kamu tidak tergoda untuk membelanjakan uang yang sebenarnya untuk bisnis kamu. Kalau kamu campur adukkan, kamu jadi kesulitan untuk mengontrol keinginan pribadi kamu.

Selain itu, pemasukan dan pengeluaran bisnis kamu jadi jelas. Keuntungannya pun akan jelas. Nah, dari keuntungan itu, kamu bisa menentukan berapa persen untuk dibelanjakan untuk urusan pribadi, berapa persen untuk ditabung, dan berapa persen disisihkan untuk mengembangkan bisnis kamu.

  1. Buat Pembukuan

Pembukuan mengenai pemasukan dan pengeluaran bisnis kamu sangatlah penting untuk dilakukan. Hal ini untuk menjaga ketaraturan dan keakuratan perhitungan kamu. Dengan punya buku khusus mengenai keuangan bisnis kamu, kamu bisa tahu apa saja yang sudah kamu belanjakan dan dapatkan.

Kamu bisa menggunakan buku apa saja untuk ini. Asalkan, buku itu hanya dikhususkan untuk mencatat keperluan bisnis kamu. Buatlah tabel pada buku tersebut. Buatlah kolom  tanggal, pemasukan, pengeluaran, dan keterangan.

Sederhana saja, asalkan kamu nyaman dan disiplin dalam mencatatnya. Simpanlah setiap struk yang berhubungan dengan bisnis kamu di suatu kotak. Kalaupun tidak punya struk, tulis sendiri struknya agar kamu tidak lupa. Kamu bisa mencatatnya pada hari-hari tertentu saja, tidak harus setiap hari.

  1. Atur Jadwal Pembukuan

Cara mengatur pemasukan dan pengeluaran yang ketiga adalah dengan mengatur jadwal pembukuan tersebut. Ya, kamu harus disiplin waktu juga dalam hal pembukuan ini. Misalkan, kamu menetapkan untuk melakukan pembukuan setiap hari sabtu atau mungkin setiap akhir bulan.

Nah, dengan begitu, kamu punya rentang sendiri dan bisa membuat suatu grafik. Grafik itu berisi kentungan yang kamu dapatkan. Nah, kamu bisa melihat bagaimana perkembangan bisnis kamu setiap minggu atau bulannya, kan?

  1. Menyisihkan Sebagian Keuntungan untuk Mengembangkan Bisnis

Kentungan dari bisnismu jangan hanya kamu nikmati, tapi kamu tabung dan sisihkan untuk mengembangkan bisnis. Mungkin, kamu bisa menetapkan peraturan tersendiri. Misalnya 20% dibelanjakan, 50% untuk ditabung, dan 30% untuk mengembangkan bisnis.

Dengan begitu, kamu tidak hanya menabung dan menikmati saja, tapi bisnis kamu juga makin berkembang. Tidak monoton itu-itu saja. Ini merupakan strategi dalam memulai bisnis yang cukup ampuh untuk membuat bisnis kamu makin besar.

Kamu tentunya tidak ingin terus-terusan bekerja sendirian, bukan? Pastinya kamu ingin membentuk tim dan hanay tinggal mengatur mereka saja untuk bekerja. Tapi, untuk menggaji mereka, pasti kamu memerlukan uang.

Nah, oleh karena itu kamu harus disiplin untuk menyisihkan uang dari keuntungan bisnismu. Kalau sudah dirasa cukup, kamu bisa membentuk tim bisnis. Kamu tinggal mengarahkan mereka. Kamu bisa hemat waktu, bukan?

  1. Mempunyai Perencanaan yang Jelas Mengenai Pengeluaran Bisnis

Dalam berbisnis, kamu jangan hanya asal-asalan saja mengeluarkan uang kas bisnis kamu dengan hal-hal yang  sebenarnya tidak perlu.

 Misalkan, kalau memang kamu butuh membeli alat untuk membuat bisnis kamu makin lancar, kamu boleh membelinya. Asalkan itu memang benar-benar penting dan berdampak besar untuk urusan bisnismu.

Contoh lainnya jika kamu ingin membeli alat yang baru. Sedangkan kamu baru saja membeli alat yang sejenis. Nah, itu namanya pemborosan. Meskipun kamu beralasan kalau alat baru itu lebih canggih, tapi kamu sudah membelinya beberapa waktu dekat ini.

Kalaupun kamu memang sangat ingin membelinya. Tunda saja dulu. Nanti saja kamu beli, tunggu saat alat itu mulai tidak bisa digunakan lagi. Kamu harus tegas dengan diri kamu sendiri. Kalau memang kamu ingin membeli, belilah sekali saja.

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Sejak Remaja

Oleh karena itu, kalau kamu ingin membeli suatu alat, lebih baik kamu tabung dulu untuk membeli alat yang benar-benar bagus. Lebih baik kamu membeli yang bagus sekali daripada memberi yang jelek tapi berulang kali.

  1. Disiplin Menabung

Apapun bisnis yang sedang kamu jalani, kamu tidak akan terlalu menikmati hasilnya kalau kamu tidak memiliki kedisiplinan dalam menabung. Tentukanlah kamu ingin menabung dimana. Saya sarankan untuk menabung emas saja di pegadaian.

Nah, kalau kamu sudah memiliki tabungan khusus, kamu bisa memiliki aset. Aset tersebut bisa menghasilkan uang, loh. Misalkan begini, kamu menabung emas 20 gram dalam beberapa tahun dari bisnismu itu sendiri.

Kelak, saat kamu menjual emas itu, mungkin yang dulu kamu menabungnya hanya 12 juta, sudah berharga 16 juta. Lumayan, bukan? Sedikit-sedikit menjadi bukit. Nah, emas itu bisa kamu jual dan membeli sepetak tanah.

Kalau kamu jeli dalam memilih tanah yang berpotensi akan mahal di waktu mendatang, kamu bisa punya passive income yang begitu menggiurkan, loh.

Tidak harus tanah, tapi bisa juga ruko kalau memang keuntungan usahamu memungkinkan untuk membeli ini. Kelak, ketika kamu dewasa, kamu sudah tidak perlu bekerja keras karena kamu sudah memiliki passive income yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Masalah Saat Berkarir dan Solusinya

Nah, menarik sekali, bukan? Semuanya serba mungkin untuk kamu gapai asalkan kamu selalu disiplin dalam menabung. Jangan pernah remehkan uang. Jangan terlalu gatal membelanjakan uang untuk hal-hal yang sebenarnya sangat tidak perlu.

Kamu harus membiasakan disiplin waktu dan disiplin uang. Dengan begitu, bisnis kamu akan terus berjalan dengan baik, makin berkembang, bahkan makin besar.

Tentunya kamu tidak ingin terus-terusan bekerja, tapi ingin dipekerjakan, bukan? Maka dari itu, mulailah berbisnis sedini mungkin agar cepat pula kamu menikmati hasilnya. Semoga artikel ini membantu kamu, ya. Jangan takut untuk memulai, tapi takutlah untuk menyerah.

Kesimpulan Cara Mengatur Pemasukan dan Pengeluaran Bisnis:

Ada 6 cara mengatur pemasukan dan pengeluaran bisnis, yaitu memisahkan dengan uang pribadi, buat pembukuan, atur jadwal pembukuan, menyisihkan sebagian keuntungan untuk mengembangkan bisnis, mempunyai perencanaan yang jelas mengenai pengeluaran bisnis, dan disiplin menabung.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: