9 Cara Menjadi Anak yang Berbakti

cara menjadi anak yang berbakti

Menjadi anak yang berbakti adalah hal yang wajib dipenuhi oleh semua orang. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal pikiran sudah sepatutnya kita memiliki sifat berbakti. Tidak hanya berbakti kepada kedua orang tua, tapi juga kepada masyarakat di lingkungan kita serta kepada Tuhan yang Maha Esa.

Di zaman teknologi ini kadang tidak selaras dengan perkembangan tingkah laku manusia yang semakin rendah dan mundur. Sebagai orang Indonesia yang berdiri di tanah yang berkebudayaan timur seharusnya kepribadian kita juga tertanam sifat-sifat luhur kebudayaan Timur tersebut

Salah satu sifat kebudayaan Timur adalah berbakti kepada orang-orang yang berjasa dalam hidup kita. Secara umum kata berbakti berarti hormat, tunduk dan patuh serta berbuat baik padanya. Maka orang tua adalah orang yang wajib kita hormati. Karena mereka adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup kita.

Berbakti memiliki banyak dampak positif baik untuk diri sendiri maupun dalam kehidupan bersosial, orang yang berbakti hidupnya akan bahagia, disenangi masyarakat dan dipandang baik di mata semua orang dan banyak dampak lainya.

Berikut ini merupakan beberapa cara menjadi anak yang berbakti:

1. Menghargai Semua Nasehatnya

Cara menjadi anak yang berbakti yang satu ini seringkali kita sepelekan. Setiap orang tua memiliki banyak pengalaman dalam hidupnya. Mulai dari pengalaman yang baik hingga pengalaman yang buruk. Mereka telah banyak makan asam garam kehidupan dan berbagai permasalahan dalam hidupnya sudah dilalui.

Oleh karena itu orang tua sering memberikan nasehat kepada kita. Orang tua hanya tidak ingin kita melakukan kesalahan yang dapat merugikan diri kita sendiri. Setiap orang tua pasti menginginkan kebaikan yang terjadi pada anaknya.

Untuk itu jangan pernah marah atau kesal jika orang tua memberikan nasehat kepada kita, dengarkan baik-baik apa yang mereka ucapkan karena itu adalah nasehat yang berharga yang menuntun kita kejalan yang lebih baik.

Bila kita ada masalah, jangan sungkan untuk meminta nasehat pada mereka. Orang tua akan merasa dihargai dan diakui jika kita meminta nasehatnya.

Kalaupun kita merasa nasehatnya kurang tepat, diskusikan terlebih dahulu. Jangan pernah menyepelekan atau bahkam marah jika mereka memberikan nasehat kepada kita.

2.Berbicara dengan Baik dan Lembut

Salah satu cara menjadi anak yang berbakti adalah berbicara dengan lembut. Di era sekarang, sangat banyak kita jumpai seorang anak yang marah-marah, membentak dan berbicara kotor kepada orang tuanya, hal itu dipicu baik dari permasalahan yang besar sampai permasalahan yang sepele sekali pun.

Ada beberapa orang tua yang sabar dengan tingkah anaknya yang seperti itu tapi ada juga yang menegurnya.Berbagai respon dari orang tua semuanya itu demi kebaikan anaknya.

Orang tua memiliki hati yang sensitif kepada anaknya, mereka mudah tersinggung. Percayalah, saat kita membentaknya,bagaimana pun dan apa pun respon mereka kepada kita. Hati mereka menangis. Mereka bukan marah, tapi merasa gagal mendidik kita.

3. Melaksanakan Perintahnya

Semenjak kedatangan gadget di kehidupan manusia, pengabaian seorang anak terhadap perintah orang tuanya meningkat. Dapat dikatakan kita lebih sering memprioritaskan gadget dari pada orang yang telah berjasa dalam hidup kita, itulah kenyataannya.Namun kita sering mengelak atau tidak menyadarinya.

Tentu orang tua memiliki maksud tertentu sebelum menyuruh kita melakukan sesuatu, maksud tersebut sudah pasti berdampak baik bagi kita, seperti agar kita lebih mandiri, kuat dan terbiasa melakukan hal-hal semacam itu.

Baca juga:

Cara Membina Hubungan Baik dengan Tetangga

Cara Menjaga Nama Baik Keluarga

Segala hal yang orang tua suruh pada kita pada dasarnya merupakan pekerjaan yang ringan, seperti membeli sayuran, menyiram tanaman dan lain-lain.

Tidak hanya itu orang tua akan menyuruh kita apabila di waktu yang tepat, dimana bukan waktu istirahat, waktu belajar dan waktu lainnya yang dapat mengganggu aktifitas utama kita.

4. Membantu Sebelum Disuruh

Kita bukanlah anak-anak lagi, di usia remaja seperti kita sudah wajib peka pada keadaan sekitar, salah satu cara berbakti kepada orang tua adalah membantunya sebelum disuruh.

Apakah di umur kita yang sekarang ini masih menunggu perintah dari orang tua sebelum melakukan sesuatu yang dapat membantunya? kita harus bisa tanggap pada keadaan sekitar.

Cara yang paling mudah kita lakukan dalam konteks ini adalah mengerjakan pekerjaan rumah sebelum disuruh atau diminta, orang tua pasti akan merasa berhasil mendidik kita dan bangga kepada kita jika kita bisa tanggap pada keadaan sekitar.

5. Sabar Menghadapi Tingkahnya

Ada sesekali kalanya dimana kita akan jengkel dengan sikap orang tua.pasti masing-masing kita pernah merasakannya, seperti saat hari libur kita di suruh melakukan ini itu padahal kita ingin menikmati hari libur, di saat PR bertumpuk kita malah disuruh menguras bak kamar mandi dan lain-lain sebagainya.

Coba kita sadarkan diri kita masing-masing, Ibu yang telah melahirkan kita antara hidup matinya dan ayah yang menguras keringatnya untuk menafkahi kita dan keluarga.

Baca juga: Cara Agar Tidak Boros Waktu

Pernahkah kita menyadari saat kecil kita sering membangunkannya padahal mereka sedang istirahat dan banyak lagi lainnya. Atas semua kesabaran orang tua kepada kita masih tidak sebanding rasa jengkel kita kepada orang tua.

Sabar adalah cara yang baik dalam mengatasi kejengkelan orang tua, beri mereka senyuman dan penjelasan bila kita sedang lelah.

6. Bersikap Sopan Santun

Sikap sopan santun pada dasarnya harus diterapkan kepada siapa pun, jika kepada semua orang kita harus bersikap sopan santun, apa lagi kepada orang tua, orang yang berjasa dalam hidup kita.

Namun sikap inilah yang semakin hari semakin memudar, anak-anak semakin buta dan pikun atas pengorbanan orang tua kepadanya.

Sebagai anak mestinya kita harus menanam sikap sopan santun di kepribadian kita masing-masing, kita hargai orang yang telah berjasa dalam hidup kita.

Seperti ketika ingin bicara ajak duduk dulu, jangan pernah menggunakan kata-kata yang tidak baik di ucapkan kepada orang tua, jangan pernah mengeluh dan menunjukkan wajah masam kepada orang tua. Jangan menyela pembicaraan orang tua dan lain-lain sebagainya.

7. Mengurus Orang Tua

Kita jangan terus menerus membuat diri kita diurusi oleh orang tua, remaja seperti kita sudah sanggup mengurusi badan masing-masing, semenjak itulah kita harus bisa mengurus orang tua, seperti mengurutnya, bercanda dengannya dan lain-lain.

Banyak kita temui dimana orang tua yang tinggal sebatang kara atau tinggal di Panti Jompo yang diurusi oleh orang lain padahal anaknya masih ada dan tinggal di rumahnya, anak yang seperti itu berarti orang yang tidak tahu balas budi.

Baca juga: Tips Mengatur Waktu Sehari-hari

Dari kecil kita diurusin oleh orang tua, apakah sampai hayat orang tua kita pun kita masih di urisi orang tua, lalu ketika orang tua sudah sepuh kita tinggalkan?

Ingat berapa besar pun balas budi kita kepada orang tua tidak akan menyamai pengorbanan orang tua untuk kita, lalu bagaimana untuk anak yang tidak berusaha balas budi?

8. Menasehati Orang Tua

Anak adalah tanggung jawab orang tua, tapi juga orang tua adalah tanggung jawab anak, orang yang paling dekat dengan kita adalah orang tua, juga orang yang paling dekat dengan orang tua adalah kita.

Jadi jika orang tua kita melakukan kesalahan, cepat-cepat tegur dan nasehatinya, lakukanlah demi kebaikan Orang tua kita, tentu kita tidak ingin melihat orang tua kita melakukan kesalahan yang merugikannya.

Jangan samakan cara orang tua menasehati kita dengan cara kita menasehati orang tua, Cara menasehati orang tua tidak boleh sembarangan, ingat orang tua memiliki hati yag sensitif, bicaralah di waktu yang tepat, dengan bahasa yang jelas dan baik.

9. Mendo’akan Orang Tua

Setiap agama pasti menyuruh umatnya untuk berbakti kepada orang tua, dalam hal spiritual cara untuk berbakti kepada orang tua adalah mendo’kan kebaikan untuknya.

Seperti mendo’akan agar orang tua kita sehat, di sisa umurnya diberikan keberkahan, dilindungi dari hal-hal yang mencelakakannya dan banyak lainnya. Cara menjadi anak yang berbakti ini sangat penting untuk dilaksanakan. Lagipula, tidak ada ruginya, bukan?

Kesimpulan dari Cara Menjadi Anak yang Berbakti:

Ada 9 cara menjadi anak yang berbakti, yaitu menghargai semua nasehatnya, berbicara dengan baik dan lembut, melaksanakan perintahnya, membantu sebelum disuruh, sabar menghadapi tingkahnya, bersikap sopan santun, mengurus, menasehati, dan mendoakan orang tua.

1 Komentar

  1. Pingback: Hati-hati, Inilah 30 Dampak Negatif Galau bagi Remaja - Maestro Muda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *